Dua

Posted on

Biarkan aku mencintai mereka
Biarkan aku menyanyangi mereka

Jangan hapus rasaku pada mereka
Jangan singgahkan kelumpuhan pada hatiku untuk mereka

Tak apa ketika ragaku tak dapat menyentuh walau seujung kuku
Tak apa ketika tangan penuh zinah ini tak dapat mengenggam mereka
Tak apa ketika tubuh kotorku ini tak dapat direngkuh mereka

Bolehkah Engkau kabulkan permohonan hina ini?

Air mataku mengaliri kulit nanah ini
Mengingat akan perbutan selama ini

Bibirku akan terkoyak karena terlalu sering menyakiti mereka
Mataku ini akan terhunus cahaya tajam karena menyakiti mereka
Raut wajah menjijikkan ini akan tercakar karena menyakitkan mereka

Sungguh aku tak berani untuk memohon banyak untukmu
Bahkan Engkau sang pelindung umatmu sekalipun
Tak berani aku meminta perlindungan itu

Tak pantas kiranya aku meminta banyak
Kiranya aku tak melakukan banyak hal di perintahmu
Pelanggaran semakin menumpuk

Diriku tak pantas untuk merasakan perlindungan dariMu
Memohon pun aku tak pantas

Aku tak berani mengharap karena ingatan akan perilaku ku
Aku tak mengerjakan perintah Mu
Sesuailah ketika aku tak mendapat tiket untuk memohon sesuatu

Tapi ku beranikan memohon padaMu

Dua yang tertitipkan oleh Mu padaku
Jika aku tak sempat mengatakannya
Bolehkah Engkau mengantikan ku mengatakannya?

Aku mencintai
Sangat mencintai
Walau tak kubiarkan rasa cintaku pada mereka melebihi rasa cintaku untuk Mu
Namun inilah ketulusan
Kejujuran
Keterusteranganku
Akan rasa yang di sebut cinta oelh kaum Nabi-Nabi Mu

Aku Cinta Papa dan Mama ku

About Putri

Daddy's lil' daughter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: